Rabu, 10 September 2014

ON MY WAY TO MATURE LIFE

PROLOG
Memahami bahasa tulisan tidaklah semudah bahasa lisan...it looks like easy, tapi sebenernya susah. Tapi tidak semua orang menyadarinya. Apalagi di zaman sekarang dimana gadget bukan lagi barang mewah, artinya semua orang bisa memilikinya bahkan tukang becak sekalipun :P

Kita tidak bisa memungkiri bahwa dibutuhkan kematangan berpikir dan kedewasaan sikap untuk memahami informasi yang kita dapat. Usia bukanlah jaminan untuk kita bisa dewasa, baik dalam sikap dan perbuatan. Banyak kasus terjadi yang diakibatkan oleh kesalahpahaman kita mengerti maksud dari bahasa tulisan yang dibuat seseorang, tapi dari beberapa kasus yang saya tahu, kebanyakan adalah kurangnya ilmu pengetahuan dari seseorang alias SDM nya kurang....dan itu benar-benar MEMALUKAN..!! 

Dan ketika kasus itu mencuat dan kemudian mencatut nama seseorang, biasanya dengan gampang mereka akan bilang.." ya udah..lupain aja deh..kita juga udah lupa koq.." aaiihh....segitu gampangnya kah melupakan kesalahan seseorang yang sudah membuat kita sakit hati, stress atau bahkan sampai kita gak bisa ngapa-ngapain..? ckckckck...ibarat kita memaku tembok, ketika paku itu dicabut bekasnya pasti masih ada..dan kalau memang akan berakhir seperti itu, lebih baik gak usah pasang paku..

MASALAH SAYA
Saya memang sudah memaafkan...tapi tetap tidak bisa melupakan...rasa sedih, kecewa, sakit hati itu masih terbayang-bayang di pikiran saya dan mereka dengan gampangnya bilang kalau saya sekarang harus bersikap biasa-biasa saja seakan-akan tidak ada masalah karena mereka sudah memaafkannya tapi...saya TIDAK..!!

Allah memberikan cobaan pasti ada hikmahnya...tergantung kita mau tahu atau tidak..dan saya memilih untuk ingin tahu lalu mempelajarinya...berat memang, tapi beruntung saya memiliki suami yang begitu menguatkan saya walaupun kadang-kadang gaya bahasanya gak ada lembut-lembutnya sama sekali..hihi..maklumlah para pria..tapi ada suatu waktu ketika saya mendengarkan ceramah ustadz Herdis di masjid menjelang bulan Ramadhan adalah waktu kita tertimpa musibah atau kita didzolimi oleh seseorang yang mengakibatkan orang-orang menjauh  maka yang harus kita lakukan adalah banyak berdoa dan perbanyak DIAM karena akan ada masanya kaum minoritas akan lebih unggul daripada mayoritas....

Memang akhirnya saya lebih banyak diam dan menyibukkan diri di kegiatan yang baru..Alhamdulillah Allah begitu baik memberikan teman-teman yang baru untuk saya, Insya Allah mereka lebih bisa berpikir positif dan membangun dibanding mereka dan yang lebih penting saya nyaman berada bersama mereka.

AND HERE I AM...
Time running so fast...and now I can standing up to see the world and of course no cry anymore...dan memang benar..kematangan berpikir dan kedewasaan sikap dalam menghadapinya sangat dibutuhkan. Dan dukungan dari orang-orang di sekitar kita juga amat sangat penting, karena berada di tengah-tengah mereka kita selalu bisa merasa nyaman..Dan sekarang, dalam "diam" saya, saya banyak berkontemplasi atas apa yang sudah dan akan saya kerjakan. Dan tentu saja belajar kenapa Allah memberikan saya cobaan yang begitu hebat. Dan belajar tentang orang-orang baik yang benar-benar terlihat baik dan orang-orang baik yang ternyata terlihat jahat, juga tentu saja tentang SAHABAT SEJATI.

Terimakasih Allah
Terimakasih suami dan anak-anakku
Terimakasih sahabat-sahabatku
Karena kalianlah aku ada dan aku kuat 
 


Minggu, 17 Agustus 2014

Muhasabah Diri

Assalammu'alaikum..
Selamat pagiiii semua...

Dahsyatnya sebuah organ tubuh yang bernama LISAN, sebuah benda yang selalu mengikuti kemana pun kita pergi. sebuah benda yang menempel di badan kita tapi seringkali kita gunakan tanpa sadar dan tanpa   persetujuan terlebih dahulu. Padahal Allah SWT menciptakan  ini pasti ada maksud dan tujuannya..seperti halnya akun facebook atau twitter kita...use it wisely...

Jadi sebenarnya akun facebook, twitter or anything else (a.k.a akun media sosial) dan lisan yang kita punya adalah sama..hehehe....sama-sama harus bisa tanggungjawab dan bijak dalam penggunaannya..
Ahayy...ternyata saya dapat menyimpulkannya..intinya, bahwa Allah menciptakan lisan dan seluruh anggota tubuh yang kita punya pasti ada maksud dan tujuannya yang kelak akan kita pertanggungjawabkan  di akhir nanti..

Begitu dahsyatnya lisan yang kita punya sehingga saya merasakan dampaknya, yang sesungguhnya sudah saya ketahui dari awal...memang penyesalan selalu datang terlambat..hhmmm...
Seperti Allah SWT berfirman di Surat Al Hujurat : 12 yang artinya

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka karena sebagian dari prasangka itu dosa.
Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepadalah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.."

Sudah jelas disitu kan? tapi kenapa kita sering lalai dan lupa? 

Allah memberikan cobaan selalu dengan maksud dan tujuan tergantung kita memaknainya..sampai pada akhirnya saya yang merasakan akibatnya..Astaghfirullah...kalau mengingat itu, batin saya terasa sedih. saat itu, semua teman-teman menghujat saya di whatsapp hampir setiap hari..sampai2 hanya untuk membuka hp tangan terasa gemetaran..saya hanya diam tiap kali mereka memperlakukan saya begitu, saya tidak pernah membalas apalagi melakukan klarifikasi..suami saya yang selalu berada di samping saya selalu meguatkan saya sambil berujar kalau saya tidak usah menanggapinya..kadang diam lebih baik daripada kita tidak bisa berkata baik..

Sampai pada suatu waktu saya tahu bahwa ada sebuah hadits..yang artinya Janganlah kamu marah maka kamu akan mendapatkan surga..seketika itu saya berpikir bahwa melampiaskan emosi dengan kemarahan, cacian, hinaan bahkan hujatan akan berakhir sia-sia..

Dan sampailah saya di hari ini. Saya sudah move on dan selalu menyadari bahwa apa yang Allah perbuat untuk saya adalah untuk kebaikan saya..selalu ada maksud dan tujuannya..karena itu, tetaplah berpikir positif..

Dan Allah pun ternyata sudah mengatur skenario-Nya sedemikian rupa untuk saya. Saya punya teman baru, kegiatan baru yang Insya Allah akan lebih bermanfaat daripada sekedar ngerumpi dan tentunya yang lebih baik daripada yang lalu. Menyesal boleh, sedih pun tidak dilarang tapi kita harus tetap berpikir maju ke depan. Berbuatlah sesuatu yang lebih bermanfaat untuk lingkungan sekitarmu karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesamanya...

Wassalammu'alaikum...


Selasa, 10 September 2013

aku


lama sekali gak nulis...pengen sebenernya..tapi mood lagi ngambek,biasa lah wanita...kalo diliat posting terakhir saya tahun 2011..jadi udah sekitar 2 taun saya gak nulis..nulisnya siy masih,tp cmn note2 kecil buat saya yang gak saya publikasikan..
selama 2 taun ini sebagian besar kejadian yang saya alami kebanyakan masalah pertemanan.tinggal di lingkungan perumahan yang semua warganya pendatang,mengharuskan saya banyak belajar,belajar dan belajar..susah untuk memahami karakter seseorang,apalagi saya termasuk yang paling muda (bukan paling juga siy..hehe..) dan rata2 yang tinggal di rumah adalah lulusan SMA,karena yang lulusan S1 dan diatasnya bisa dipastikan adalah wanita bekerja.masalah yang sering timbul adalah masalah komunikasi dan attitude.
komunikasi kita sering gak nyambung,apalagi kalo pake bahasa tulisan...waduuhh..itu lebih kacau lagi..penekanan2 intonasi terkadang gak sama,gak marah dibilang marah..akhirnya salah paham dan bertengkar....kadang jenuh dan bosen banget ngadepin situasi kayak gini..:( tapi mo gimana lagi? saya tetaplah seorang istri dan ibu dari 2 orang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan...dan sudah menjadi komitmen antara saya dan suami untuk tidak memperbolehkan saya bekerja di luar rumah (a.k.a ninggalin rumah).
terkadang udah nemu teman yang menurut saya cocok,tapi ujung2nya yaa..begitulah..kadang pengen curhat,tapi gak ada yang "bisa" menampung curhat saya,at least bisa mudheng apa yang saya maksud..intinya gak ada yang ngertiin apa yang saya mau..mo curhat sama suami,pasti gak bisa lah..dia kerja dari pagi sampe malem,udah gitu kadang solusi nya pun solusi laki2 yang lebih mempertimbangkan logika daripada perasaan.
kalo udah galau gini,rasanya pingin teriak,pingin aja cepet2 pergi dari sini.....

Selasa, 20 Maret 2012

Anak Belajar Dari Kehidupannya

jika anak dibesarkan dengan celaan, ia akan belajar memaki
jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia akan belajar berkelahi
jika anak dibesarkan dengan cemoohan,ia belajar rendah diri
jika anak dibesarkan dengan hinaan,ia belajar menyesali diri
jika anak dibesarkan dengan toleransi,ia belajar menahan diri
jika anak dibesarkan dengan dorongan,ia belajar percaya diri
jika anak dibesarkan dengan pujian,ia belajar menghargai diri
jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan,ia belajar keadilan
jika anak dibesarkan dengan rasa aman,ia belajar menaruh kepercayaan
jika anak dibesarkan dengan dukungan,ia belajar menyenangi dirinya
jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan...


(saduran dari "Children Learn What They Live" by Dorothy Law Nolte (1924-2005))

jangan pernah lelah untuk membimbing anak-anak kita

Rabu, 04 Januari 2012

sharing-nya ibu...:)

sebagai seorang wanita,istri dan ibu dari 2 orang anak,setiap hari saya belajar,belajar dan belajar..terutama yang tebaik untuk ke2 anak saya.saya tidak pernah menargetkan mereka untuk SELALU jadi yang terbaik di lingkungannya.kalopun mereka jadi yang terbaik,saya anggap itu "hadiah" dari Allah SWT atas usaha mereka belajar dengan giat.pun ketika mereka pernah tidak berhasil,saya dan ayahnya selalu bilang itu "teguran" dari Allah karena mereka kurang giat belajar.sejauh ini anak2 selalu patuh,walopun kadang ada bandelnya juga..(namanya juga anak2..) jangankan mereka yg masih bocah,kita aja sering bandel..hehehe..
dari komitmen awal antara saya dan suami,kalo urusan rumah tangga dan pernak perniknya adalah urusan saya..mulai dari menyiapkan keperluan sekolah,memasak,beres2 rumah dan lain2 (yang sama2 ibu RT pasti tau deh..).untungnya suami saya selalu sepakat dengan saya dalam masalah pengasuhan anak.sama2 menerapkan disiplin tingkat tinggi..mulai dari bangun tidur,anak2 sudah punya jadwal sampe mereka berangkat sekolah.pulang sekolah,mereka boleh main tapi hanya sampe maghrib.pas maghrib gak boleh ada TV.mereka harus belajar ato beraktivitas terserah mereka.sesudah Isya,baru ada TV.bermain game pun ada aturannya.mereka gak boleh maen game kecuali hari libur (sabtu dan minggu).malam hari gak boleh keluar rumah kalo hanya untuk bermain.selain itu saya selalu mengajarkan mereka untuk berkomunikasi baik dengan saya ato ayahnya.kami pun selalu komunikasi.tidak ada yang ditutupi.karena ini untuk kebaikan bersama juga.
dan yang terakhir adalah selalu berdoa...jangan lupa sholat 5 waktu dan selalu berdoa setiap memulai kegiatan apapun.
anak2 adalah berlian saya.kebanggaan saya dan segalanya buat saya..:) kadang saya galak,tp semua itu kelak akan menuai hasil bahwa tidak ada keberhasilan yang instan.tidak ada orang sukses tanpa kerja keras dan doa..jadilah anak2 yang selalu rendah hati dan tidak sombong.karena keberhasilan yang kita capai hanya titipan.

*tidak bermaksud menyombongkan diri ato apapun itu,.sekali lagi,sy hanyalah wanita biasa yg masih byk kekurangan dan senantiasa belajar untuk memperbaiki diri..semoga menginspirasi..

daftar orderan



masih baru di urusan masak memasak,tp saya akan berusaha selalu memberikan yang terbaik
untuk para pencicip kue2 saya..:) buat yang repot ato males,hubungi saya aja lewat FB ato sms ke 08164241677..tapi,mohon maaf bukan menolak rezeki,tapi order2nya masih untuk seputar bukit dago aja ya...:)

cooking with love

bulan kemaren dapet tugas bikin PMT untuk balita..kegiatan bulanan yang bergiliran antar RT.Untuk menghindari jajan/makanan kecil yang berbentuk kemasan akhirnya kepikir untuk bikin tahu schotel..bikinnya gampang bgt,bahannya murah dan yang jelas bergizi dan sehat..ini resepnya..


TAHU SCHOTEL

bahan:2 buah tahu berukuran besar (yg biasa di tukang sayur) aku lupa nimbang..hehe..
telur kocok 2 butir
wortel diparut kira2 2 buah (tergantung selera)
daun bawang secukupnya
bawang putih parut
garam dan merica
telur puyuh 25 butir
bahan celupan:telur kocok 2 butir

haluskan tahu,campur dengan semua bahan..masukkan kedalam cetakan talam 3/4 aja trus taruh telur puyuhnya di tengah2..kukus sampai matang 20-25 menit.
setelah matang,keluarkan dari cetakan.dinginkan.masukkan ke bahan celupan.kemudian goreng..
untuk 25 porsi ukuran sedang

nhhaaa...ini gambar sesudah digoreng dengan telur..cantik kan?
trus yang didalam cup itu puding susu rasa stroberi dan coklat..
semoga makanan kecil sederhana yang saya buat bisa menginspirasi ibu2 semua..jangan lelah untuk menyajikan makanan sehat untuk buah hati kita..:)
dan karena kecintaan saya pada "profesi" saya sebagai kader posyandu dan kecintaan saya pada balita,walopun dengan resep yang simpel asalkan dimasak dengan cinta rasanya akan sedaapp luar biasa..