Memahami bahasa tulisan tidaklah semudah bahasa lisan...it looks like easy, tapi sebenernya susah. Tapi tidak semua orang menyadarinya. Apalagi di zaman sekarang dimana gadget bukan lagi barang mewah, artinya semua orang bisa memilikinya bahkan tukang becak sekalipun :P
Kita tidak bisa memungkiri bahwa dibutuhkan kematangan berpikir dan kedewasaan sikap untuk memahami informasi yang kita dapat. Usia bukanlah jaminan untuk kita bisa dewasa, baik dalam sikap dan perbuatan. Banyak kasus terjadi yang diakibatkan oleh kesalahpahaman kita mengerti maksud dari bahasa tulisan yang dibuat seseorang, tapi dari beberapa kasus yang saya tahu, kebanyakan adalah kurangnya ilmu pengetahuan dari seseorang alias SDM nya kurang....dan itu benar-benar MEMALUKAN..!!
Dan ketika kasus itu mencuat dan kemudian mencatut nama seseorang, biasanya dengan gampang mereka akan bilang.." ya udah..lupain aja deh..kita juga udah lupa koq.." aaiihh....segitu gampangnya kah melupakan kesalahan seseorang yang sudah membuat kita sakit hati, stress atau bahkan sampai kita gak bisa ngapa-ngapain..? ckckckck...ibarat kita memaku tembok, ketika paku itu dicabut bekasnya pasti masih ada..dan kalau memang akan berakhir seperti itu, lebih baik gak usah pasang paku..
MASALAH SAYA
Saya memang sudah memaafkan...tapi tetap tidak bisa melupakan...rasa sedih, kecewa, sakit hati itu masih terbayang-bayang di pikiran saya dan mereka dengan gampangnya bilang kalau saya sekarang harus bersikap biasa-biasa saja seakan-akan tidak ada masalah karena mereka sudah memaafkannya tapi...saya TIDAK..!!
Allah memberikan cobaan pasti ada hikmahnya...tergantung kita mau tahu atau tidak..dan saya memilih untuk ingin tahu lalu mempelajarinya...berat memang, tapi beruntung saya memiliki suami yang begitu menguatkan saya walaupun kadang-kadang gaya bahasanya gak ada lembut-lembutnya sama sekali..hihi..maklumlah para pria..tapi ada suatu waktu ketika saya mendengarkan ceramah ustadz Herdis di masjid menjelang bulan Ramadhan adalah waktu kita tertimpa musibah atau kita didzolimi oleh seseorang yang mengakibatkan orang-orang menjauh maka yang harus kita lakukan adalah banyak berdoa dan perbanyak DIAM karena akan ada masanya kaum minoritas akan lebih unggul daripada mayoritas....
Memang akhirnya saya lebih banyak diam dan menyibukkan diri di kegiatan yang baru..Alhamdulillah Allah begitu baik memberikan teman-teman yang baru untuk saya, Insya Allah mereka lebih bisa berpikir positif dan membangun dibanding mereka dan yang lebih penting saya nyaman berada bersama mereka.
AND HERE I AM...
Time running so fast...and now I can standing up to see the world and of course no cry anymore...dan memang benar..kematangan berpikir dan kedewasaan sikap dalam menghadapinya sangat dibutuhkan. Dan dukungan dari orang-orang di sekitar kita juga amat sangat penting, karena berada di tengah-tengah mereka kita selalu bisa merasa nyaman..Dan sekarang, dalam "diam" saya, saya banyak berkontemplasi atas apa yang sudah dan akan saya kerjakan. Dan tentu saja belajar kenapa Allah memberikan saya cobaan yang begitu hebat. Dan belajar tentang orang-orang baik yang benar-benar terlihat baik dan orang-orang baik yang ternyata terlihat jahat, juga tentu saja tentang SAHABAT SEJATI.
Terimakasih Allah
Terimakasih suami dan anak-anakku
Terimakasih sahabat-sahabatku
Karena kalianlah aku ada dan aku kuat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar